Wilujeun Sumping Sadulur

Mung sakeudik kreatifitas abdi tapi mugi-mugi aya manfaatna kanggo anjeun ....... tapi punteun mun loba kakiranganana \m/

Rabu, 28 Desember 2011

Konflik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis Khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republlik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhineka Tunggal Ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Agar semua perbedaan yang ada di dalam kemajemukan masyarakat Indonesia dapat berjalan damai, tenteram, dan aman maka perlu mendapat perhatian kita semua. Semua perkembangan kelompok sosial dalam keanekaragaman yang ada di Indonesia merupakan sumber potensial konflik. Hal itu dapat memecah belah bangsa Indonesia menjadi negara-negara kecil sehingga perlu ada pemahaman dan perjuangan bagi kesetaraan, kesederajatan, dan perlakuan yang sama dalam menyikapi perbedaan-perbedaan tersebut.
Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang dapat mengatur keberagaman dengan prinsip dasar pengakuan akan keberagamn itu sendiri yang menyangkut pengaturan hubungan antara kelompok mayoritas dan minoritas, keberadaan kelompok imigran, masyarakat adat dan lain-lain. Pengakuan dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan, baik secara individual maupun secara kebudayaan merupakan pinsip dar masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural tak bersifat homogen namun memiliki karakteristik heterogen dimana pola hubungan sosial antarindividu di masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai satuu sama lain dengan perbedaan-perbedaan yang melekat pada tiap entitas sosial dan politiknya. Secara mudah dapat dikatakan multikultural merupakan suatu konsep yang ingin membawa masyarakat dalam kerukunan dan perdamaian, tanpa ada konflik dan kekerasan, meski didalamnya ada kompleksitas perbedaan.
Namun tetap saja ada konflik yang terjadi di Indonesia.


Konflik yang terjadi dalam kehidupan manusia, antaralain konflik rasial, konflik antarkelas, konflik politik, dan konflik individu. Penyebab konflik ada bermacam-macam  sesuai dengan jenis konfliknya. Namun, pada dasarnya terjadinya konflik lebih disebabkan perbedaan kepentingan antara dua pihak atau dua kelompok.
A.    Konflik Sosial

1.       Pengertian Konflik Sosial

Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau dapat juga kelompok yang berusaha menyingkirkan
Pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

Berikut adalah pengertian konflik sosial dari beberapa ahli :
a.       Menurut  Lewis A. Coser, konflik soaial adalah perselisihan mengenai nilai-nilai atau tuntutan-tuntutan berkenaan dengan status, kuasa dan sumber-sumber kekayaan yang persediannya terbatas. Pihak-pihak yang sedang berselisih  tidak hanya bermaksud untuk memperoleh sumber-sumber yang diinginkan, tapi juga memojokan, merugikan atau menghancurkan lawan mereka.
b.      Soerjono Soekanto berpendapat bahwa konflik sebagai perjuangan untuk memperoleh nilai, status, kekuasaan, dimana tujuan dari mereka yang berkonflik, tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukan saingannya.
c.       Menurut Ariyono Suyono , kkonflik adalah proses atau keadaan dimana dua pihak berusaha menggagalkan tercapainya tujuan masing-masing disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai-nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak.

Konflik bernuansa kekerasan, Coser membedakan konflik dalam  dua kategori sebagai berikut :
1.       Konflik realistik, yaitu pertentangan yang bersumber pada rasa frustasi mengenai hal-hal spesifik dalam sebuah hubungan dan juga dari dugaan mengenai keuntungan yang diperoleh pihak lain.
2.       Kinflik nonrealistik, yaitu pertentangan yang timbul bukan karena adanya persaingan untuk mencapai tujuan spesifik tertentu, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan untuk melepaskan ketegangan terhadap kelompok lain dalam masyarakat.

2.       Faktor Penyebab Terjadinya Konflik
Jika kerjasama merupakan hubungan antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama, konflik merupakan hubungan antara dua orang atau lebih yang berbeda kepentingan sehingga masing-masing ingin keluar sebagai pihak yang menang. Adapun beberapa hal yang sering menjadi penyebab terjadinya konflik adalah sebagai berikut :
a.       Adanya perbedaan pandangan yang berkenaan dengan persoalan prinsip.
b.      Adanya perselisihan paham yang membangkitkan emosi kedua belah pihak.
c.       Adanya benturan kepentingan terhadap suatu objek yang sama.
d.      Adanya perbedaan sistem nilai dan sistem norma yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
e.      Adanya perbedaan kepentingan politi k baik yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional.

3.       Bentuk-bentuk Konflik
Konflik secara umum dapat dibagi menjadi beberapa bentuk sebagai berikut :
a.       Konflik menurut sifatnya
1.       Konflik destruktif yaitu konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang atau dendam dari seseorang atau kelompok terhadap pihak lain yang dapat menimbulkan kerugian bagi individu, kelompok atau organisasi yang terlibat didalamnya. Konflik ini menimbulkan bentrok fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda.
Konflik ini dapat memunculkan :
a.       Perasaan cemas dan stress
b.      Komunikasi yang menyusut
c.       Persaingan tidak sehat
d.      Perhatian yang semakin menyusut terhadap tujuan bersama
e.      Ledakan kinflik yang hebat sampai muncul tindakan ancaman atau kekerasan
2.       Konflik konstruktif adalah konflik yang berdampak positif dan menimbulkan keuntungan individu maupun kelompok. Keuntungan-keuntungan yang dihasilkan adalah :
a.       Meningkatkan inisiatif dan kreatifitas individu/kelompok
b.      Intesitas usaha semakin meningkat, perasaan, individu atau kelompok yang terlibat akan bekerja keras
c.       Ikatan semakin kuat
d.      Surutnya ketegangan pribadi

b.      Konflik menurut sifat pelaku yang berkonflik
1.       Konflik terbuka yaitu konflik yang diketahui oleh semua pihak. Contoh : konflik antara amerika dan irak.
2.       Konflik tertutup yaitu konflik yang hanya diketahui oleh orang-orang atau kelompok yang terlibat dalam konflik.

c.       Konflik menurut posisi pelaku yang berkonflik
1.       Konflik vertikal adalah konflik antara komponen masyarakat didalam satu sruktur yang memiliki tingkatan dan hirearki.
2.       Konflik horizontal adalah konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang sama.
d.      Konflik menurut cara pengolahannya
1.       Konflik interindividu yaitu konflik yang terjadi karena ada kaitan erat dengan emosi individu hingga tingkat keresahan yang paling tinggi.
2.       Konflik antarindividu adalah konflik yang terjadi antara seseorang dengan satu orang, sifatnya substansif. Konflik ini terkait dengan perbedaan pendapat, ide, gagasan, kepentingan emosional.
3.       Konflik antarkelompok adalah konflik yang terjadi antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
e.      Konflik menurut konsentrasi aktifitas manusia di dalam masyarakat.
1.       Konflik sosial adalah konflik yang sering terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan soisal dari kepentingan yang berkonflik yang dapat dibagi menjadi vertikal dan horizontal.
2.       Konflik politik merupakan konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan yang berkaitan dengan kekuasaan.
3.       Konflik ekonomi adalah konflik ekonomi, yang terjadi akibat adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pilihan yang berkonflik.

4.       Dampak konflik

a.       Dampak secara langsung
1.       Menimbulkan keretakan hubungan antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain.
2.       Adanya perubahan kepribadian seseorang seperti selalu memunculkan rasa curiga, benci dan akhirnya bisa berubah menjadi tindakan kekerasan.
3.       Hancurnya kekayaan dan jatuhnya korban jiwa.
4.       Semakin bertambahnya kemiskinan akibat  keamanan yang tidak kondusif.
5.       Lumpuhnya roda perekonomian, jika suatu konflik berlanjut menjadi tindakan kekerasan.
6.       Pendidikan formal dan informal terhambat karena rusaknya sarana dan prasarana pendidikan.

b.      Dampak tidak langsung
Yaitu dampak yang dirasakan oleh pihak yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Dampak tidak langsung juga disebut dampak jangka panjang. Konflik tidak selalu berdampak negatif tetapi juga bisa berdampak positif, sebagai berrikut :
1.                                  Dampak positif konflik
a.       Bertambahnya solidaritas antara sesama anggota kelompok.
b.      Munculnya pribadi yang kuat dan tahan uji menghadapi berbagai situasi konflik.
c.       Membantu menghidupkan norma lama dan menciptakan norma yang baru.
d.      Munculnya kompromi antara pihak-pihak yang berkonflik.
2.    Dampak negatif konflik
a.                         Hancurnya persatuan dan kesatuan
b.                        Adanya perubahan kepribadian seorang individu secara negatif
c.       Rusaknya tatanan kehidupan masyarakat

B.    Kekerasan dan cara mengatasi konflik
                         
1.       Definisi Kekerasan

Istilah kekerasan (violence) berasal dari bahasa latin vis (kekuatan, kehebatan, kedahsyatan, kekerasan)  dan latus (membawa).
Ada dua macam pengertian mengenai kekerasan, yaitu :
a.       Pengertian sempit mengartikan kekerasan menunjuk pada tindakan berupa serangan, perusakan, penghancuran terhadap diri seseorang maupun milik atau sesuatu yang secara potensial menjadi milik seseorang (kekerasan secara fisik).
b.      Pengertian luas,  kekerasan menunjuk pada kekerasan fisik maupun kekerasan psikologis, baik dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja, langsung tidak langsung, personal atau struktural.
Namun ada beberapa pendapat dari para ahli sebagai berikut :
a.       Johan Galtung mendefinisikan kekerasan sebagai penyebab antara yang potensial dan aktual. Kekerasan terjadi apabila manusia dipengaruhi sedemikian rupa sehingga realisasi jasmani dan mental aktualnya berada dibawah realisasi potensialnya.
b.      Menurut Thomas Hobbes kekerasan adalah penggunaan manifestasi diri kekuasaan fisik.
c.       Simor Fisher mengemukakan bahwa kekerasan adalah tindakan, perbuatan, sikap, berbagai struktur, atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik, mental, sosial, atau lingkungan dan atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh.
Penyebab terjadinya kekerasan adalah :
1.       Berprasangka buruk kepada pihak lain.
2.       Individu kurang dapat mengendalikan emosi
3.       Adanya masalah tertentu yang dapat memunculkan permusuhan
4.       Kompetisi yang tajam sehingga pengendalian sosial kurang berfungsi
5.       Dorongan kemauan untuk memperoleh prestasi

2.       Cara Mengatasi Konflik
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengendalikan konflik adalah dengan akomodasi. Akomodasi adalah keseimbangan interaksi soaial dalam kaitannya dengan norma san nilai yang ada di masyarakat. Akomodasi sering terjadi dalam konflik sosial yang menjadi cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak lawan kehilangan kepribadiannya.
Adapun tujuan dari akomodasi adalah :
a.       Mengurangi pertentangan akibat perbedaan paham
b.      Mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu
c.       Mewujudkan kerjasama antara kelompok-kelompok yang hidup terpisah. Akibat psikologis serta cultural dan mengusahakan peleburan kelompok-kelompok sosial yang terpisah

Bentuk-bentuk akomodasi adalah :
a.       Koersi (coercion) yaitu bentuk akomodasi yang terjadi karena adanya pelaksanaan dari pihak lain yang lebih kuat.
b.      Kompromi (compromise) yaitu bentuk akomodasi dimana pihak yang mengalami perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaianya.
c.       Arbitrasi (arbitration) yaitu bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu konflik. Pihak ketiga bersifat netral atau tidak memihak salah satu. Dan kedua belah pihak yang bertikai harus mentaati keputusan tersebut karena bersifat mengikat.
d.      Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing.
e.      Mediasi (mediatiion) adalah bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah, hanya sebatas sebagai penasehat.
f.        Konversi (conversion) yiatu konflik apabila salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
g.       Konsiliasi (consiliation) adalah penyelesaian konflik dengan jalan mempertemukan pihak-pihak yang bertikai di meja perundingan.
h.      Adjudikasi (adjudication) yaitu penyelesaian konflik di meja pengadilan.
i.        Stalemete yaitu bentuk akomodasi dimana pihak yang berselisih mempunyai kekuatan seimbang. Keduanya sadar bahwa tidak mungkin maju atau mundur, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti pada suatu titik.
j.        Segregasi yaitu upaya untuk saling menghindar daintara pihak-pihak yang bertikai untuk mengurangi ketegangan.
k.             Cease fire yaitu menunda perselisihan dalam jangka waktu tertentu sambil mengupayakan terselenggarakannya penyelesaian konflik.
l.        Dipasement yaitu mengakhiri konflik  dengan mengalihkan pada obyek masing-masing.

Selain harus dicari jalan keluarnya, konflik terdapat beberapa gaya sebagai berikut :
1.       Cooperativenees yaitu keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan minat individu atau kelompok lain.
2.       berkembang atau bersikap netral dalam segala keadaan.
3.       Kompetisi atau komando otoritatif artinya bersikap tidak kooperatif, tetapi asertif, dan memaksakan segala sesuatu sesuai dengan kesimpulan tertentu dengan menggunakan kekuasaan Assertiveness adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan dan  minat individu atau kelompok sendiri.
4.       Tindakan menghindari merupakan sikap tidak kooperatif, tidak asertif, menarik diri dari situasi yang yang ada.
5.       Akomodasi atau meratakan merupakan bersikap kooperatif namun tidak asertif. Meratakan perbedaan-perbedaan guna mempertahankan harmoni yang diusahakan secara buatan.
6.       Kompromis adalah sikap cukup kooperatif dan juga asertif dalam intensitas cukup dengan upaya tawar menawar untuk mencapai pemecahan yang dapat diterima kedua belah pihak tanpa seorang pun merasa kalah atau menang.
7.       Kolaborasi adalah pemecahan masalah bersifat kooperatif  maupunn asertif, berusaha  untuk memecahkan masalah hingga setiap individu atau kelompok mencapai keuntungan masing-masing sesuai dengan harapannya.
3.       Cara Meminimalisir Konflik Melalui Integrasi Sosial
a.       Pengertian Intergrasi Sosial
Integrasi sosial berarti kondisi kemasyarakatan yang ditandai oleh adanya keutuhan antar anggota masyarakat. Integrasi sosial bisa merujuk pada tiga tingkat masyarakat, yaitu : pada tingkat mikro (keluarga), meso (kelompok sosial), makro (masyarakat bangsa).
Definisi integrasi sosial menurut para ahli adalah sbb :
1.       Menurut Myron Weyner, integrasi sosial adalah proses penyatuan berbagai kelompok budaya dan kelompok sosial ke dalam satu kesatuan wilayah dan dalam pembentukan suatu identitas nasional.
2.       Menurut hendro puspito, intergrasi sosial adalah suatu kondisi kesatuan hidup bersama dari aneka satuan sistem sosial budaya, kelompok-kelompok etnis dan kemasyarakatan, untuk berinteraksi dan bekerjasama, berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma dasar bersama guna mewujudkan fungsi sosial budaya yang lebih maju, tanpa mengorbankan ciri-ciri kebhinekaan yang ada.
3.       Menurut Howard Wrigind, integrasi sosial adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi satu bangsa.

b.      Bentuk-bentuk Integrasi Sosial
Kemajemukan masyarakat terdiri dari dua dimensi, yaitu kemajemukan vertikal dan kemajemukan horizontal. Demikian pula integrasi sosial pun terdiri atas dua bentuk, yaitu :
1.       Integrasi sosial vertikal adalah upaya penciptaan kesatuan hidup bersama dalam masyarakat majemuk, yang terkait dengan lemajemukan vertikal. Kemajemukan vertikal adalah kondisi struktur sosial masyarakat yang terpolarisasi berdasarkan kepemilikan kekuasaan, pengetahuan dan kekayaan.
2.       Integrasi sosial horizintal adalah upaya penciptaan kesatuan hidup bersama dalam masyarakat majemuk, yang terkait dengan kemajemukan horizintal. Kemajemukan horizintal adalah kondisi sruktur sosial masyarakat yang terpolarisasiberdasarkan keragaman budaya, keragaman sosial, dan keragaman tempat tinggal.


c.       Cara Mewujudkan Integrasi Sosial
1.       Fungsionalisasi dan prestasi yang lebih tinggi.
2.       Meningkatkan interdependensi atau saling ketergantungan antara berbagai kelompok sosial yang ada.
3.       Mencegah dan mengelola konflik sehingga tidak merusakkan masyarakat.

Dalam mewujudkan integrasi sosial, tergantung pada perspektif yang digunakan dalam melihat realitas dalam masyarakat. Menurut teori  fungsionalis-struktural, integrasi sosial diwujudkan dengan dua cara, yaitu :
1.       Menumbuhkan consencus mengenai nilai-nilai sosial fundamental diantara anggota masyarakat.
2.       Menumbuhkan keanggotaan ganda (cross-cutting affiliations) dan kesetiaan ganda (cross-cutting loyalties) diantara angota masyarakat.



Konflik Antarkelompok Suku Bangsa
     
      Primordialisme dan etnosrentrisme yang ada di masyarsakt Indonesia dapat menimbulkan konflik dan akan mengancam keutuhan NKRI. Faktor ini merupakan dari salah satu konsekuensi  dari adanya diferensiasi sosial yang menganggap suku bangsa dan kebudayaannya lebih tinggi dari pada suku lain. Serta pemilik suku mempunyai ikatan yang kuat dengan sukunya.
      Negara indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa atau bangsa yang majemuk, maka secara otomatis suku-suku yang ada di Indonesia berpotensi untuk terjadi perpecahan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya konflik antaretnis/suku yang pernah terjadi seperti tragedi sampit. Sebenarnya entah apa yang membuat suku dayak begitu geram dan beringas terhadap suku madura, hampir semua suku madura yang berada di Pulau Kalimantan habis dibantai. Menurut beberapa sumber, hal ini terjadi karena sikap suku madura yang tidak mempunyai rasa rohmat sebagai pendatang kepada tuan rumah, sampai merampas hak suku dayak diatas tanah adat mereka dan banyak juga kasus yang merugikan suku dayak yang telah dilakukan oleh suku madura, seperti pembunuhan, kekerasan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh suku madura terhadap suku dayak tanpa adanya ganjaran hukum yang pasti. Mungkin hal seperti ini yang membuat suku dayak geram karena selalu ditindas oleh suku madura sehingga mereka pun membabi buta membantai suku madura. Dan kasus ini pun diselesaikan melalui dialog yang mempertemukan pemimpim Madura dan Dayak. kemudian LSM dan kelompok mahasiswa juga mengadakan pertemuan dan mengeluarkan pernyataan yang mendesak diakhirinya kekerasan dan menyerukan penyelesaian konflik.
    
         Konflik  Antarkelompok Agama

      Dalam masyarakat indonesia ada beberapa kelompok yang menganut agama yang berbeda-beda. Ada yang memeluk agama islam, kristen, hindu, dan buddha. Adanya perbedaan agama ini akan membawa perbedaan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, cara peribadatan, acara perkawinan, da penerapan hukum wariasan.
      Adanya perbedaan-perbedaan tersebut, jika dijadikan masalah akan menimbulkan konflik antara pemeluk agama yang satu dengan yang lain. Konflik yang terjadi dalam skala kecil, besar, lama atau hanya sebentar. Konflik tersebut sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi masing-masing. Biasanya aspek SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) merupakan aspek yang sangat peka dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, konflik di Poso dan di Ambon yang melibatkan dua penganut agama yang berbeda.
      Di Poso sendiri pernah terjadi konflik yang melibatkan antara penganut agama Islam dan penganut agama Kristen Radikal. Konflik ini dilatarbelakangi oleh kecemburuan sosial, dimana para penganut agama Islam kehidupannya lebih baik dan mapan dibandingkan dengan penganut agama Kristen radikal. Ini dikarenakan karena penganut agama Islam lebih rajin dan giat dalam bekerja dibandingkan penganut agama Kristen Radikal yang sering bermalas-malasan dan lalai karena terlalu sering mengkonsumsi minuman keras. Yang kemudian para penganut agama kristen radikal tidak suka melihat keadaan yang seperti ini sehingga mereka melakukan pembantaian terhadap umat islam di daerah Poso, dan begitu juga sebaliknya umat islam pun kembali membalas terhadap apa yang telah dilakukan oleh umat Kristen Radikal terhadap umat islam sehingga korban jiwa pun tidak bisa dihindari. Dan pemerintah langsung turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini, sehingga terjadilah konfersi dimana dari pihak Kristen Radikal mau mengalah dan mau menghargai pendirian sikap dari umat Islam dan dibuatlah perjanjian malino yang berisi bahwa kedua pihak tersebut berdamai dan melakukan gencatan senjata. Kemudian para penjahat perang dan para provokator dalam kasus ini pun telah dihukum mati.

     Tak jauh berbeda seperti konflik yang terjadi di Poso, di Ambon sendiri konflik agama yang terjadi antara umat Islam dan Kristen terjadi karena ada oknum yang tidak bertanggungjawab telah mengadu domba kedua agama tersebut, sehingga konflik pun terjadi dan korban pun berjatuhan. Dan kemudian pemerintah pun langsung turun tangan untuk menyelesaikan konflik tersebut sehingga terjadi konsiliasi dimana konflik diselesaikan diatas meja perundingan.

Adanya keanekaragaman dalam masyarakat multikultural sepert uraian diatas maka perlu dikembangkan sikap sebagai berikut :
a.            Sikap Tidak Diskriminatif

      Diskriminatif artinya perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara. Berdasarkan pengertian tersebut maka sikap tidak diskriminatif yaitu sikap tidak membedakan perlakuan terhadap semua warga negara seperti tidak memandang warga negara asli atau bukan asli, pribumi atau non pribumi. Dengan tidak membedakan antara kelompok sosial tersebut, maka negara harus memberikan ruang gerak yang sama untuk kelangsungan hidup kelompok-kelompok tersebut. Masing-masing kelompok sosial mendapat jaminan hukum yang pasti.

b.      Rasional

Rasional berarti pikiran sehat, cocok dengan akal, patut, dan layak. Untuk menghindari konflik antarkelompok sosial yang beraneka ragam, perlu dikembangkan sikap yang masuk akal. Jangan menggunakan emosi atau perasaan semata! Perbuatan yang tidak menggunakan akal yang jernih dan sehat serta pemikiran yang tidak matang akan mengakibatkan kerugian yang luar biasa. Oleh karena itu, dalam kehidupan masyarakat yang multikultural selalu dituntut untuk menyadari adanya keanekaragaman yang dimiliki, sehingga jika akan melakukan sesuatu perlu dipertimbangkan secara rasional.

c.            Dialogis

      Untuk mengatasi antarkelompok sosial di dalam multikultural, diperlukan pendekatan antara keompok yang lain dengan cara dialog, sehingga perbedaan yang ada bisa saling dimengerti dan dihormati. Perlu disadari, bahwa didalam keanekaragaman kelompok sosial terdapat pula keanekaraaman kepentingan. Adanya keanekaragaman kepentingan perlu dibicarakan bersama antara kelompok satu dengan kelompok yang lain sehingga akan tercapai kesepakatan menguntungkan kedua belsh pihak.















2 komentar:

  1. maaf sehubungan dengan mata kuliah softskill silahkan dimasukkan link gunadarma http://www.gunadarma.ac.id/ .terimakasih.

    BalasHapus