Wilujeun Sumping Sadulur

Mung sakeudik kreatifitas abdi tapi mugi-mugi aya manfaatna kanggo anjeun ....... tapi punteun mun loba kakiranganana \m/

Sabtu, 08 Oktober 2011

Masalah - masalah Sosial


Menurut Soerjano Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan & masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.  Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok masyarakat.

Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 jenis faktor, yaitu :
1.   Faktor Ekonomi      : kemiskinan, pengangguran dll.
2.   Faktor Budaya        : perceraian, kenakalan remaja dll
3.   Faktor Biologis        : penyakit menular, keracunan dll
4.   Faktor Psikologis     : penyakit saraf, aliran sesat dll

Dan dari keempat faktor diatas dapat saling berkaitan dalam satu rangkaian kasus, contohnya : didalam sebuah keluarga terdapat seorang anak yang menderita sakit keras (faktor biologis),meskipun sudah berkali-kali diobati tapi tidak juga kunjung sembuh dan terlebih lagi biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit sehingga kedua orangtua itu pun memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan lagi (faktor ekonomi). Kemudian karena salah satu dari orangtua stress (faktor psikologi) karena melihat anaknya tak kunjung sembuh dan faktor ekonomi mereka yang semakin memburuk dan akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai (faktor budaya).


Contoh Masalah-masalah Sosial disekitar Kita :

1.   Kebodohan

Kebodohan adalah keadaan dalam situasi disaat kurangnya pengetahuan terhadap sesuatu informasi  bersifat subjektif. Di Indonesia sendiri angka kebodohan sendiri pun masih sangat tinggi ini terlihat dari keadaan Negara ini yang masih  memiliki angka kemiskinan&pengangguran yang masih tinggi. Memang ini suatu hal yang sangat ironis kalau mengingat Negara ini sudah 66 tahun merdeka tanpa suatu kemajuan yang sangat berarti karena kenyataannya Negara kita masih tertinggal oleh Negara tetangga. Dan parahnya keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk bisa memenuhi hawa nafsunya, karena yang bodoh semakin bodoh dan yang pintar pun dibodohi.  Hal kebodohan seperti ini bisa disebabkan oleh kualitas pendidikan dan kesejahteraan yang belum merata. Masalah seperti ini memang harus segera cepat ditangani kalau kita mengacu bahwa Negara kita sedang menghadapi era globalisasi, kalau tidak Negara ini akan sangat tertinggal. Karena di era seperti ini Tekhnologi dan informasi berkembang sangat cepat dan bukan tidak mungkin kelak kemudian Negara kita akan terjajah kembali seperti dulu, tapi bedanya kelak kita akan dijajah oleh tekhnologi. Maka dari itu pemerintah kita harus sebisa mungkin menekan angka kebodohan agar Negara tidak mudah diperbudak oleh permainan tekhnologi.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kebodohan di Negara ini, yaitu :

1.      Kualitas pendidikan yang lebih baik dan merata harus lebih ditingkatkan.
2.      Kesejahteraan masyarakat pun harus lebih ditingkatkan lagi agar mereka bisa mendapatkan pendidikan dan pengetahuan yang lebih baik lagi.
3.      Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi setiap mereka yang putus sekolah.


2.   Pengangguran
Pengangguran merupakan salah satu masalah sosial yang patut mendapat perhatian khusus dari pemerintah, karena pada saat sekarang ini pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 9,25 juta orang. Memang bukan merupakan angka yang kecil. Kemudian hal ini pun diperparah lagi dengan kenyataan bahwa kebanyakan pengangguran di Indonesia dialami pada usia produktif yaitu antara umur 15-35 tahun. Hal ini merupakan hal yang sangat serius, karena mayoritas pengangguran dialami oleh para remaja yang bahwasanya menjadi tulang punggung Negara dan kemudian hal seperti ini juga bisa menimbulkan dampak yang negatif pada kelangsungan kehidupan masyarakat, seperti halnya bisa menyebabkan kemiskinan yang merajalela yang kemudian berpengaruh pada tindakan kriminal yang dapat meresahkan masyarakat. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pengangguran diakibatkan oleh faktor kurangnya lapangan pekerjaan dan kurangnya keterampilan&keahlian yang dimiliki mereka.
Inilah beberapa jenis pengangguran :
1.      Pengangguran Struktural
Pengangguran ini terjadi akibat keadaan ekonomi, contohnya struktural ekonomi agraris yang berubah menjadi sistem struktural industri, yang menuntut perubahan keterampilan yang menunjang industri.

2.       Pengangguran Fiksional
Pengangguran fiksional merupakan pengangguran jenis normal, karena pengangguran ini bersifat temporer karena adanya pergesaran antara permintaan dan penawaran kerja.

3.      Pengangguran Voluntari
Penganguran yang sebenarnya mampu bekerja, namun memilih tidak bekerja karena mempunyai usaha.

4.      Pengangguran Deflasioner
Pengangguran ini terjadi karena lahan pekerjaan kurang/tidak tersedia atau lahan sedikit dibandingkan dengan jumlah pekerja.
5.      Pengangguran Tekhnologi
Pengangguran yang terjadi akibat kemajuan tekhnologi.



Cara-cara yang dapat mengatasi pengangguran adalah :
1.   Memperluas lapangan pekerjaan
2.   Masyarakat harus lebih bisa mengembangkan wiraswasta
3.   Mengadakan bimbingan, penyuluhan keterampilan tenaga kerja


3.  Kemiskinan
Kemiskinan yang dapat didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya satu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku di masyarakat yang bersangkutan (Suparlan, 1984)
“lihatlah negeri kita yang subur dan kaya raya sawah ladang terhampar luas samudera biru, tapi lihatlah negeri kita yang tinggal hanyalah cerita cerita dan cerita, terus cerita ……. Pengangguran merebak luas kemiskinan merajalela pedagang kaki lima tergusur teraniyaya bocah-bocah kecil merintih menghabiskan waktu dijalanan buruh kerap dihadapi penderitaan ….. inilah negeri kita”

Itulah sepenggal lirik dari lagu Marjinal yang menggambarkan keadaan Negeri kita ini. Sangat ironis memang, bila Negara  kita adalah Negara yang subur dan kaya raya akan sumber daya alam, tapi masih tetap saja ada rakyat yang miskin dan kelaparan mewarnai Ibu Pertiwi.
Karena hanya golongan orang tertentu yang bisa menikmati kekayaan Negeri kita dan mereka itu adalah orang-orang yang rakus. Dan dari sumber data yang ada bahwa angka kemiskinan di Indonesia bertambah antara 3%-16%. Coba bayangkan apa jadinya bila keadaan ini tak kunjung membaik, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin tertindas, sungguh tragis memang.
Seharusnya pemerintah harus menekan angka kemiskinan dengan cara-cara sebagai berikut:
1.      Usaha individu harus lebih ditingkatkan lagi, agar mereka bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.
2.      Bantuan secara materi, seperti penyedekahan yang dilakukan oleh Badan Amal harus lebih ditingkatkan lagi.
3.      Program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dilakukan pemerintah harus lebih ditingkatkan lagi
4.      Pembangunan individu, yang lebih ditekankan pada keahlian dan keterampilan individu.




4. Tindak Kejahatan

Tindak kejahatan atau tindak pidana memang tidak bisa terlepas dalam kehidupan sehari-hari, karena hampir setiap hari pasti kita mendengar tindak kejahatan entah itu melalui televisi, radio atau surat kabar. Dan tindak kejahatan itu sendiri pun bisa kita dengar dan kita ketahui dengan berbagai macam bentuk dan modusnya, seperti pembunuhan, korupsi, perampokan, pemerkosaan, penganiyayaan dll

Meskipun pada awal tahun 2011 suatu data mengungkapkan bahwa tindak pidana di seluruh Indonesia turun sebesar 20,28% dari 344.992 kasus menjadi 274.999 kasus, walaupun seperti itu tapi masih tetap saja kita mendengar berita kriminal setiap hari disekitar kita. Apalagi di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, kota urban yang terkenal sangat padat dihuni oleh jutaan penduduk dari seluruh Indonesia karena Jakarta dan sekitarnya merupakan pusat perekonomian di Indonesia yang tak pernah luput dari aksi tindak kejahatan, karena faktor korelasi ekonomilah yang membuat tingginya kualitas tindak kejahatan di Jakarta dan sekitarnya. Mungkin tidak hanya faktor ekonomi saja yang menjadi alasan mengapa tindak kejahatan selalu terjadi, faktor moral juga bisa menjadi alasannya. Tidak hanya di Jakarta dan sekitarnya saja, begitu juga di daerah lain di seluruh Indonesia tindak kejahatan terjadi karena alasan ekonomi dan moral.

Dan untuk mencegah tindak kejahatan seharusnya pemerintah dan masyarakat harus berusaha keras untuk menciptakan lapangan pekerjaan, selain itu kualitas dan pendidikan harus ditingkatkan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian warga. Sementara itu, aparat keamanan terutama polisi harus mampu memberantas tindak kejahatan dan masyarakat pun diharapkan membantu polisi.

 5Kenakalan Remaja

     
     Kenakalan remaja terjadi karena tindakan yang dilakukan melampaui batas-batas norma aturan yang ada. Menurut Santrock, kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Jenis – jenis kenakalan remaja :
- Penyalah gunaan narkoba
- Seks bebas
- Tawuran antar pelajar


Masa remaja adalah masa dimana seorang anak mencari jatidiri dan ingin lebih mengetahui dan mencoba sesuatu yang baru. Karena tidak mempunyai kontrol diri yang bagus dan lingkungan tempat bergaul yang tidak baik sehingga menyebabkannya terbawa arus sehingga melampaui batas-batas norma yang ada. Dan disinilah peran orangtua, guru dan teman sangat penting peranannya dalam hal ini. Kemudian faktor psikologis anak pun dapat mempengaruhinya terjerumus dalam kenakalan remaja dan pergaulan bebas, seperti halnya seorang anak yang berasal dari keluarga yang broken home, yang tidak pernah mendapat perhatian dari kedua orangtuanya yang akhirnya membuatnya stress dan dia memilih lari ke hal yang negative, seperti mabuk-mabukan dan mengkonsumsi narkoba.

Sebenarnya kenakalan remaja dapat diatasi melalui pendekatan-pendekatan sbb:

-     Seorang anak harus memiliki kontrol diri yang bagus dan harus mempunyai figur dewasa yang berifat positif
-     Adanya motivasi dari keluarga, guru dan teman
-     Kemudian seorang anak remaja harus pandai dalam bergaul dan memilih teman.



Diatas merupakan sedikitnya contoh masalah-masalah sosial disekitar kita. Bila kita amati sebenarnya masalah sosial yang satu dengan yang lainnya berkaitan, seperti dari masalah kemiskinan yang berimbas pada kebodohan, kenakalan remaja, pengangguran dan tindak kejahatan. Atau masalah sosial diatas seperti lingkaran setan yang tidak bisa terputus dan selalu saling berkaitan. Tapi apabila kita bisa mengatasi satu masalah diatas dengan serius sehingga tidak ada lagi masalah yang berarti,maka secara tidak langsung juga kita telah mengatasi masalah sosial yang lainnya.

REVOLUSI SAMPAI MATI, DEMI INDONESIA YANG LEBIH BAIK.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar